Jumat, 21 Desember 2012

Perhatikan situasi, kondisi, waktu dan tempat yang tepat saat bermesraan dengan pasangan..






Beberapa jam yang lalu, saya membuka facebook...


 


Di beranda saya jumpai status seorang istri yang menulis kalimat-kalimat mesra untuk suaminya,
suami istri itu beralasan agar hubungan mereka tetap mesra karena hubungan mereka long distance,
maka mereka berusaha untuk menunjukkan kemesraannya.
Ada perasaan risih juga ketika membaca status dan koment suami istri itu,
meskipun sebenarnya mereka sah dan halal saling memuji serta menyanjung pasangannnya dengan kata-kata  mesra, seperti i love u abi " , "i miss u ummi" dan lain-lain.


Karena sang istri itu menulis statusnya di tempat umum (settingnya bisa dilihat publik),
saya tertarik dan mencoba ikut koment...
saya berusaha memberi pengertian kepada beliau suami istri itu, 
bahwa sebenarnya baik dan boleh suami istri bermesraan,
tapi menurut saya sebaiknya tidak diungkapkan di tempat umum seperti itu,
karena banyak pemuda/di yang siap nikah tapi belum menemukan calon juga ikut membaca,
mereka para pemuda/di tersebut apabila tidak bisa menahan syahwatnya bisa berpikir, membayangkan dan berangan-angan yang terlalu jauh/ yang tidak-tidak dikarenakan membaca status dan koment mesta beliau berdua...

Ternyata sang suami malah mengatakan kalau saya iri,
ASTAGHFIRULLAH... saya bukan iri, karena saya sudah menikah..
Justru dari pengalaman saya, 

beberapa tahun lalu ada teman suami saya yang hubungannya dengan istrinya long distance,
mereka bermesraan di facebook, setelah beberapa bulan akhirnya mereka bercerai...
NA'UDZUBILLAH...


Pelajaran bagi kita:
Sebaiknya ketika mau memuji, menyanjung dan bermesraan dengan pasangan kita harus tahu dan memperhatikan situasi, kondisi, waktu dan tempat yang tepat.

2 komentar:

  1. yapz.....ane paham itu mbak....kebetulan tadi juga ikut nimbrung....tapi mohon maaf saya koreksi dulu........sebenarnya memang benar seperti itu......cumak cara njenengan yang agak transparan.....artinya dengan methode menceramahi kayaknya yang di ceramahi tadi merasa tidak terima.......karena saya paham bahwa sebenarnya yang njenengan ceramahi itu orang yang paham ,cumak berlagak ndak mau tau aja.......so...intinya jika ingin memberikan nasehat bahasanya agak di perhalus.....atau lebih etis &layaknya bisa lewat inbox mbak.......afwan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ane ngerti banget koq bliau siapa, emang ane tadi mencoba mengingatkan langsung di area umum, ane pengen tau reaksi bliau... ternyata bliau sempat marah dan koment pertama yang ane tulis di delete juga.
      akhirnya ane ngerti bahwa mengingatkan orang yang sudah paham harus jauh lebih hati-hati n perlu trik khusus.
      hehe.. ternyata orang yang sudah paham bisa "ngeles" juga yach.

      Hapus