`"*·,♥ Bersediakah Ukhty Jadi Istri Kedua Saya? ♥,·*"´)
`"*·,♥ Bersediakah Ukhty Jadi Istri Kedua Saya? ♥,·*"´)
Bismillahirrahmanirrahim... Assalamu'alaikum
warrahmatullahi‐wabarrakatuh....
Iman ~ Apakah ukhty mau jadi istri kdua saya? Tanya
Iman tegas dan yakin.
Tiba-tiba mata Dinda merah, air matanya mulai
berlinang....
Dinda ~ Tak pernah kusangka ternyata akhi sudah
beristri. Akhi jahat Sanggup mempermainkan hati saya. Akhi ingat saya tiada
maruah? Hah...!!! Pekik Dinda dgn suara tersekat-sekat.
Mata Iman melihat kiri kanan, mungkin ada sesiapa yg
memandang perlakuan dia dan Dinda. Dia takut kalau ada orang yang berpikir aneh
tentang mereka, karena sikap Dinda yang tidak seperti penampilanya.
Dinda ~ saya ingat kita telah lama kenal, dan selama
itu akhi masih bujang. Tapi rupa2 nya. ..!!! Dinda mulai sebak.
Iman ~ Saya tak bermaksud ....,,
Dinda ~ sudahlah...!! Jgn bermulut manis lagi.
cukup..!! Potong Dinda dgn kasar.
Akhi kelihatan Alim, tpi sanggup menipu saya. Dan akhi
mau melamar saya menjadi istri kedua. Akhi ingat saya ini siapa? Suara Dinda
smakin tinggi, stinggi egonya.
Iman diam seribu bhasa. dia sudah tahu bahwa Dinda
tidak seperti yang dia kenal slama ini.
Dinda pun bergegas dari situ, sambil mengelap air mata
dgn tudung labuhnya. Dalam hatinya, Iman seolah2 menghinanya apabila
menginginkannya untuk bermadu.
Iman muram, namun msih terselit kekecewaan di sudut
hatinya. Ternyata wanita yang dicintainya tidak bisa menerimanya.
ADA HIKMAH. .bisik Iman. Tentang pandangannya terhadap
Dinda.
Hujung minggu berjalan seperti biasa. program2 dakwah
menyibukan dirinya sebagai seorang muslim yang beramal dgn apa yg diyakininya.
Dia banyak menghabiskan uangnyauntuk memenuhi tuntutan
dakwah yg seringkali memerlukan pengorbanan yg tdk berbelah bagi. Namun hatinya
tegas dan yakin bahwa inilah jalannya. Jalan yg membwa dia menemui TUHAN nya.
Dengan hati yg tenang serta bhagia di hari kelak.
Keyakinan serta keaktifannya berdakwah sedikit banyak
memenangi hati gadis2 dalam jama'ahnya. Malahan dia dilihat sbgai calon suami
yg bakal memandu keluarganya nanti ke arah memperjuangkan agama yg dianutnya
sjak sekian lama.
Dia masih aktif dlm dakwah meskipun hubungannya dgn
pujaan hati tiada jalan penyelesaiannya. Dia mau baikan dgn Dinda,namun sikap
dinda yg keras dan kurang memahami arti dakwah menghentikan usaha Iman
tersebut. Bagi Dinda, Iman tak ubahnya seperti laki2 lainnya.
Karena terlalu matang memikirkn dakwah,dari pada shabat2
muda lainnya. Namun, Allah SWT Maha mengetahui lagi pemurah.smua itu ada
hikmahnya.
Suatu petang dalam suatu program dakwah di sbuah
madrasah, Iman di kejutkan dgn luahan ikhlas shabat lamanya, Nayla. Dalam hati,
iman takut kalau Nayla pun juga tidak mau menjadi sayap kiri perjuangannya
slepas brumah tangga nanti. Istri pertama sudah pasti membawa dia menemui
TUHANnya. Namun, Nayla yg tidak begitu dia kenal, mungkinkah sama seperti Dinda
atau tidak. ???
Iman berjumpa dgn Nayla,di kenalkan oleh shbat2
lamanya.
Dengan tegas dan yakin, skali lagi Iman mengulangi
pertanyaan sperti pertanyaan kpd Dinda.
Iman ~ Apakah ukhty bersedia menjadi istri kdua saya ?
Nayla ~ Bersedia...jawabnya ringkas.
Iman ~ Sungguhkah ukhty... Tergagap dirinya menerima
jwbn dari Nayla yg tenang dan yakin.
Nayla menganggukan sedikit kepalanya. Langsung tiada
rasa tkut maupun kcewa pabila lamaran sbgai istri kdua yg di lafazkan Iman.
Iman ~ kenapa ukhty mau menjadi istri ke dua saya?
Nayla ~ saya ingin membantu gerak kerja dakwah kanda.
Jawab Nayla yakin tpi sdikit malu.
Iman ~ baiklah .. jawabnya tersenyum.
Akhirnya dia dikaruniakan sayap kiri yg sangat membntu
dlm gerak kerja dakwahnya slama ini. Stelah sminggu mendirikan Rumah Tangganya
bersama Nayla, Iman merasa senang, pakaiannya dijaga, makannya trsedia, malah
Nayla sangat membantu gerak kerja Iman semampu mungkin.
Stiap kali turun kelapangan untuk berdakwah, Iman
membawa Nayla untk membntu kerja dakwah seadanya. Kadang kala Nayla pun merasa
letih dan lelah, namun dia tetap tersenyum karena bisa membantu dakwah
suaminya. Suaminya terlalu kerap keluar dakwah, seperti mesin yg tiada hayat.
Namun,inilah yg dia yakini sbelum kawin dgn Iman. Membantu suami mlancarkan
gerak kerja dakwah. Nayla tidak ingin menjadi penghalang dakwah suaminya.
Nayla ~ kanda. .saya mau tanya boleh? Kata Nayla di
kereta swaktu dlm perjalanan ksebuah program dakwah.
Iman ~ iya sayang,.. Jawabnya sambil tersenyum.
Nayla ~ Kanda kok gak pernah bawa saya bertemu dgn
istri pertamanya kanda sih?
Iman ~ Iya nanti sampai sana kita pasti akan bertemu
dengannya. Jawab Iman sambil senyum.
Nayla ~ Hmmm...akhirnya aku akan segera bertemu
dengannya. Bisik nayla dalam hatinya.
Hati Nayla berdebar, sungguh tak sabar rasanya ingin
segera bertemu dengan istri pertama suaminya yang selama ini banyak membantu
kerja dakwah Iman. Meskipun begitu disudut hati kecilnya , nayla mrendah diri
karena usahanya membantu dakwah suaminya hanya sedikit dibanding istri
pertamanya Iman yang banyak membntu slama ini.
Iman ~ kita sudah sampai... sambil memegang beg brisi
file ditangannya. Lalu berdiri dan turun dari kereta. Mereka pun menuju ke
sebuah MASJID. Iman menoleh ke arah Nayla..
Iman ~ itu istri pertama kanda sambil menuding jari ke
arah Masjid tersebut.
Nayla ~ Mana kanda ? Nayla mencari-cari penasaran.
Matanya terfokus ke arah jari suaminya menunjuk. Tak nampak seorangpun disana.
Nayla ~ siapa nama istri pertama kanda? tanyanya.
Iman pun tersenyum lebar sambil memandang Nayla penuh
tenang.
Kemudian Iman menjawab... PERJUANGAN BERDAKWAH. Jawab
Iman dengan tersenyum ^___^
"Salam santun ukhuwah penuh cinta..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar