Selasa, 21122010 pk
21.36.
Kesedihan merasuki batinku..bukan karena aku kurang
harta..
Tapi..aku merenungi apa yg telah disampaikan mbak
Endang.."mbak-mbak, koq awakmu kudu mikir dadi kaya wong tuo". Aku harus
mengurusi syukuran nikahnya "mas I" dan "mbak V"...sementara aku sendiri orang melihat hidupku menderita...
Sedihku begini=
ternyata orang tua harus memikirkan, memberi dan melakukan yg
terbaik demi untuk kebahagiaan anaknya meski orang tua itu seakan sudah tak
mampu menjalaninya..andai aku tanpa punya imam kuat pastilah berat dan sedih
rasanya. Egoku.."harusnya aku yg...dan dipikirin dulu karena aku yg lebih kecil
dan lebih muda.
Namun malah ku bersyukur Alhamdulillah, justru disamping
perasaan sedih aku masih merasakan bahagia, nikmat dan hebat karena mampu
mengendalikan ego dan mampu bersikap bijaksana seperti layaknya orang
tua.
Alhamdulillah ya Allah.. Engkau selalu memberi aku kuat, tegar,
sabar dan ikhlas dg apa yg terjadi dalam menjalani hidup. Kumenulis sambil
meneteskan air mata, hanya orang-orang yg khusuk dan peka yg memahami rasa
batinku ini. Moga Allah menjadikan aku menjadi hamba yg dicintaiNYA dan diberi
kehidupan selamat, bahagia, mulia dunia akherat. Moga aku diberi kekayaan dunia
akherat yg melimpah ruah tiada habis yg menambah syukur dan imanku pd
Allah.
Sebenarnya saudara-saudaraku sudah baik..tp ada beberapa hal yg
mereka tidak/ belum bisa memahami aku. Tak apalah..aku kuat, merdeka dan aku
bisa mandiri. Dalam rasaku meski saudara-saudaraku kurang paham isi hatiku dan
perasaanku tp Alhamdulillah ku tetap bersyukur..ada salah satu teman baikku yg
cukup peka pada perasaanku..mbak Endang.. sebenarnya cukup paham perasaanku..dia
menangis saat menatapku dg rasa terharu yg dalaaaam.
Alhamdulillah.. Tak henti aku bersyukur pd Allah..Allah
memberiku teman yg mensupport aku. Aku pasti sukses, selamat, bahagia, mulia
dunia akherat. Jam menunjuk pk 22.42. Aku sudah ngantuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar