Beberapa hari lalu ada seorang teman (ahwat)yang datang ke menemui saya. Teman saya itu menyampaikan permasalahannya kepada saya bahwa ia sudah cukup lama menyimpan perasaan cinta kepada seorang pria. Namun dia tidak berani mengungkapkan langsung kepada pria itu karena ia tahu aturan pergaulan dalam Islam, Alhamdulillah ada seorang bapak yang mau membantu teman saya untuk menjadi perantara, bapak itu mau menyampaikan ke pria yang disukai teman saya tentang perasaan teman saya itu, dengan meminta teman saya menulis surat sebagai jalan pembuka tabir cinta antara teman saya itu dengan pria yang ia cintai.
Teman saya, meminta kepada saya untuk membantu membuatkan surat, beginilah hasil surat itu:
Assalamu 'alaikum Wr Wb.
Ba'da tahmid wa sholawat.
Sudah lama kita tidak ketemu, surat ini sebagai wakil saya untuk silaturahmi ke mas A. Gimana kabar mas A dan keluarga?
Semoga selalu dalam keadaan baik dan dalam lindungan Allah.
Maaf sebelumnya, sebenarnya saya ingin langsung ketemu mas A tetapi sebagai wanita saya merasa sungkan.
Alangkah indahnya ketika sebagai wanita bisa mengikuti jejak shohabiyah Khotidjah r.a yang berani dan penuh tanggung jawab mengungkapkan perasaannya kepada Rasulullah saw.
Ada hal yang ingin saya ungkapkan dan butuh jawaban dari mas A.
Mas A, dengan memohon ridha dari Allah saya berusaha untuk berani mengikuti jejak shohabiyah Khotidjah. Terus terang saya mau mengungkapkan secara jujur perasaan yang selama ini ada dalam hati saya. Sejak ketemu dengan mas A terselip dalam hati saya rasa kagum, kemudian timbul rasa sayang, rindu dan sampai timbul benih2 cinta dalam hati saya kepada mas A. Seandainya saya berani mengungkapkan dan menyampaikan rasa ini kepada mas A, sudah sejak dulu saya lakukan, tetapi ketika ketemu mas A mulut terasa kelu dan terkunci untuk menyampaikannya.
Intinya saya kagum, suka, sayang, cinta dan butuh mas A seutuhnya untuk menjadi pendamping (suami) saya dunia akherat bagaimanapun kondisi mas A saat ini. Bagaimana menurut mas A?
Jawaban apapun akan saya terima dengan ikhlas dan lapang dada. Seandainya kita tidak berjodoh, saya harap silaturrahmi yang sudah terjalin selama ini jangan sampai terputus.
Saya berharap dan menunggu jawaban pasti dari mas A.
Sekian, mohon maaf bila apa yang saya sampaikan kurang berkenan di hati mas A. Salam hormat kagem ibu bapak dan keluarga.
dari...(silahkan diisi sendiri ya mas.. :) )
Wassalamu 'alaikum Wr Wb.
KUPASAN:
Menurut saya boleh saja seorang wanita menyampaikan perasaan cintanya kepada seorang pria dan melamar pria terlebih dulu asalkan dilakukan dengan cara yang ahsan, sesuai syariat dan menghindari ikhtilat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar