Jumat, 21 Desember 2012

Rabu, 22122010 pukul 08.45 WIB

Rabu, 22122010
pukul 08.45 WIB

Dengan meneteskan air mata ku tuliskan perasaan yg kurasakan saat ini.
Aku bukannya tidak setuju atau tidak senang saudaraku "mas I" bercerai dan menikah lagi dg mbak "V". Secara agama yg dilakukan saudaraku benar..hatikupun bisa menerima, tp bagiku secara sosial kemasyarakatan atau lahiriah aku tidak bisa berbuat apa-apa.. Apa kata tetangga?? Bagiku itu beban berat. Andai aku mampu pergi dari rumah orang tua pasti kulakukan..tp aku tidak mampu untuk pergi meninggalkan Bapak..kasihan Bapak. Sekali lagi itu beban berat bagiku. Kenapa saudaraku "mas I" begitu nyantai dan cuek dg beban perasaan dan keadaan yg kualami. Andai urusan "mas I" sudah beres dan menikah lagi entah dg siapapun insyaAllah lahir batinku akan menerima dg "legawa". Tp sayang "mas I" menikah lagi pada situasi dan waktu yg menurutku kurang tepat..urusan perceraiannya dg "mbak E" dan urusan anak-anaknya belum 100 % beres. Kasihan anak-anaknya..mereka menjadi korban. Andai "mas I" dan "mbak E" dulu mau belajar dari keadaanku yaitu "aku punya anak dan pengen merawat sendiri tp ternyata keinginanku berbeda dg kehendak Allah, aku belum diperkenankan merawat anakku sendiri"..tp mereka bercerai tanpa berpikir panjang tentang masa depan anak-anaknya. Kutulis kejadian yg pernah kualami itu bukan berarti aku tidak ikhlas..tp hanya untuk mengingatkan saja, aku tidak ada keraguan apapun kepada Allah, aku tetap bersyukur atas semua yg terjadi padaku.
 
Ya Allah, di saat tiada seorangpun jua menemani dan memahamiku.. Alhamdulillah Engkau selalu bersamaku.

Ku paham betul= meski suami, orang tua, mertua, saudara, teman, guru, tetangga atau siapapun tidak bisa setiap saat bisa mengerti dan memahami aku..dan merekapun tidak bisa setiap saat setiap waktu bisa diandalkan dan dimintai pertolongan. Hanya kepadaMUlah ya Allah ku percaya dan meminta pertolongan. Ya Allah.. Engkaulah sebaik-baik penolong. Aku yakin dg keadaan ini Engkau akan mengangkat derajatku menjadi hamba yg mulia dan pasti Engkau memberikan yg terbaik kepadaku.
 
Ini kujadikan pengalaman dan pelajaran..meski orang tua kurang sepaham dan kurang sepakat terhadap anaknya dalam memilih calon istri/ suami tp anaknya ngotot minta dinikahkan..maka orang tua harus berjuang keras untuk setuju dan mengikhlaskan atas pilihan anaknya itu. Benar-benar berat perjuangan seorang ibu untuk mendidik dan membahagiakan anaknya.
 
Maafkanlah aku ibu.. Semoga ibuku disana (alam kubur) mendapat tempat yg mulia dan berbahagia.
 
O ya, ku ingat hari ini hari ibu.. Buat para ibu "Selamat Hari ibu".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar