... JANGAN SESALI JODOH ...
Bismillahirrahmanirrahim…
Pernahkah kau berpikir tentang pasanganmu? Bahwa ia tidak
seindah yang kau harapkan dulu. Bahwa ia tak sebaik dalam bayanganmu dulu.
Bahwa ia tak sesempurna yang kau inginkan.
Atau pernahkah terlintas dalam benakmu, mengapa pasangan
hidup kita sekarang adalah sosok yang sangat jauh dari harapan kita.
Setelah menikah, kita baru mengetahui bahwa ia pemarah.
Setelah menikah, kita baru sadar bahwa ternyata ia kurang sensitif terhadap
perasaan kita. Setelah menikah, kita justru semakin banyak menemukan kekurangan
pasangan, sehingga kekaguman yang dulu senantiasa hadir —dia aktivis sejati,
dia hafidz, dia lemah lembut, dia penyabar— sekarang lenyap. Ternyata dia
sangat jauh dari semua itu.
Lalu…pernahkah pikiran dan hati kita sampai pada tahap
penyesalan. Kita menyesal menikah dengannya. Kalau bukan karena kesungkanan
kita pada murabbi/murabbiyah yang mengenalkan dia pada kita, mungkin ingin
rasanya kita berganti pasangan dengan yang lebih baik. (–na’udzubillah)
Siapapun orang yang kini menjadi pasangan hidup kita, ia
adalah jodoh terbaik yang dipilihkan Allah untuk kita. Barangkali, kalau kita
menikah dengan orang lain dan bukan dengan dirinya, kita justru akan menemukan
kemudzaratan. Khusnudzan pada Allah.
Suami/istri kita adalah belahan jiwa kita. Jika kita
tercipta sebagai istri, maka keridhaan suami kita akan menjadi surga kita. Pun
sebaliknya, kemurkaannya adalah neraka dan azab bagi kita. Dan jika kita
tercipta sebagai suami, perlakuan kita kepada istri2 kita akan menjadi pembuka
keridhaan Allah. Bukankah Rasul pernah bersabda, “Sebaik-baik kamu ialah yang
paling baik sikapnya terhadap istri.”
Pernikahan bukanlah ajang mencari kesempurnaan pasangan.
Pernikahan adalah manajemen ketidaksempurnaan agar menjadi lebih indah dan
barokah. Suami adalah pakaian bagi istrinya, dan istri adalah pakaian bagi
suami.
Jangan sesali jodoh.Allah mempersatukan kita dengan dia
adalah rahmat. Sebab di luar sana, masih banyak gadis dan perjaka yang belum
bahkan tidak dikaruniai jodoh oleh Allah. Bersyukur, kita menjadi perempuan
atau lelaki yang memiliki pasangan. Sebab di luar sana, masih banyak yang
bahkan rela melakukan apa saja hanya untuk sekadar status pernikahan.
Insya Allah, suami atau istri kita adalah jalan kita ke
surga. Dien kita sudah setengahnya sempurna. Jangan mengurangi kesempurnaan itu
dengan sikap menyesali atau bahkan meratapi jodoh, yang itu berarti meratapi
takdir Allah.
Padahal, sebagai Muslim kita tentu paham, bahwa salah satu
tanda-tanda orang bertaqwa ialah yang senantiasa yakin dengan kuasa Allah. Dan
taqwa adalah kesempurnaan kita yang setengah lagi. Semoga dien kita selalu
sempurna dengan kehadiran pasangan kita, dan ketaqwaan kita pada takdir_Nya.
Copas from : Citi Lumiyati
... JANGAN SESALI JODOH ...
nais pos mbak..jazakillah untuk nasihatnya.
BalasHapusAlhamdulillah...
Hapussemoga bermanfaat 8)