Sabtu, 12 Januari 2013

EVALUASI DIRI


Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman & mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin.

Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya tujuh digit angka.

Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini & menguping percakapan teleponnya.


 


Bocah: Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu?

Ibu (di ujung telepon sebelah sana): Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.

Bocah: Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu.

Ibu: Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.

Bocah (dengan sedikit memaksa): Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu & saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi
yang tercantik di antara rumah" yang berada di kompleks perumahan ibu.

Ibu: Tidak, terima kasih.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon.

Si pemilik toko,
yang dari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik Toko : Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, & aku ingin menawarkanmu pekerjaan.

Bocah: Tidak. Makasih.

Pemilik Toko: Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.

Bocah: Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus.
Sayalah
yang bekerja untuk Ibu tadi!

Seperti anak kecil ini, sebaiknya kita mengevaluasi diri kita dan mengevaluasi tentang apa yan
g telah kita kerjakan di masa lalu untuk memastikan kualitas yang lebih baik pada kehidupan mendatang.

Ingatlah...

"WAKTU seperti sungai,
kita tidak bisa menyentuh air
yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu & tidak akan pernah KEMBALI".
 

by: Mutiara Air Mata Muslimah

2 komentar:

  1. berkesan sekali mbak ambar ceritanya..

    boleh juga di jadikan referensi untuk muhasabah diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanallah... ternyata bocah kecil saja sudah berusaha tuk muhasabah dirinya, walau mungkin caranya sedikit berbohong, berbohong spt itu insyaAllah diperbolehkan.

      Hapus