Sabtu, 05 Januari 2013

CEMBURU KEPADA ALLAH???




<3 <3 <3   CEMBURU KEPADA ALLAH???   <3 <3 <3

Ketika dua insan sudah
 mengikrarkan cinta semata karena Allah SWT, maka segeralah keduanya menyempurnakan ibadah menggenapkan setengan Dien yaitu dengan  melakukan ijab qobul sebagai pertanda kesungguhan cinta mereka karena Allah SWT.

Dalam perjalanan hidup berumah tangga, ada kalanya sang istri manja kepada suami tercintanya atau suami manja kepada istri tercintanya, menurut saya itu sangat wajar…..,
apalagi sebelumnya mereka tidak pernah mengenal istilah “pacaran”.

Hanya saja, jika manja istri ke suami atau manja suami ke istri berlebihan hingga mengurangi ibadah dan kecintaan kita kepada Allah SWT, hal itu tidaklah tepat.

Seharusnyalah istri mendukung dakwah suami, dan suami menyemangati istri untuk makin bersyukur kepada Allah SWT.
Suami harus bersyukur jika istri mendukungnya untuk selalu berdakwah, demikian juga seorang istri harus bangga kepada suami yang memprioritaskan dakwah. Hanya saja, jangan alasan dakwah akhirnya suami menelantarkan istri dan anak-anaknya atau istri dengan alasan ibadah justru mengesampingkan urusan rumah tangga dan keluarganya.

Allah SWT sungguh Maha Adil, Maha Bijaksana dan Maha Tahu….
Dua insan yang sudah menikah, suami istri justru akan mendapat pahala jika mereka saling mencintai dan saling membahagiakan, akan tetapi ada batas di mana mereka tidak boleh menduakan dan menyekutukan Allah SWT, apalagi menyekutukan/ menggantikan posisi Allah jauuuuh di bawah suami/ istri kita.

Apabila suami/ istri kita beribadah kepada Allah, kemudian kita ditanya: “Apakah Anda cemburu kepada Allah?” seharusnya kita jawab: “ Bismillah.. enggaklah yaouw..”

Tidaklah patut kita cemburu kepada Allah, justru seharusnyalah Allah SWT yang cemburu kepada hambaNYa apabila hamba itu menduakan cintanya apalagi berpaling dari Allah SWT.


Astaghfirullah….
Semoga kita terhindar dari rasa cemburu kepada Allah SWT….. Aamiin ya Robbal ‘aalamiin


#note : saya tulis ini, setelah semalam saya berdiskusi dengan seseorang, jazakallah akhi “A” atas ilmunya… semoga bermanfaat.

2 komentar: