Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air. Berenang biasanya dilakukan tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi danolahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air.
Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, danau, dan laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.
Manfaat berenang tidak
hanya untuk menjaga kesehatan tetapi juga membentuk tubuh lebih
sempurna. Berenang pun cocok bagi ibu hamil, mereka yang bermasalah
dengan obesitas, dan penderita gangguan persendian tulang (arthritis).
Selain minim resiko terkena cedera, berikut manfaat lainnya yang bisa
Anda dapatkan :
1. Pembentukan otot
Berenang
mengharuskan Anda menggerakan hampir semua otot pada tubuh. Ketika
bergerak dalam air, tubuh pun harus mengeluarkan energi lebih besar
karena harus melawan massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan
otot-otot tubuh. Gerakan ini secara tidak langsung dapat membuat otot
lebih kencang dan berbentuk.
2. Melatih pernapasan
Berenang mampu
memperkuat sistem pernapasan sehingga cocok untuk penderita asma.
Gerakan dalam renang bisa membuat sistem pernapasan lebih panjang dan
tubuh sehat.
3. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru
Berenang bisa
dikatakan sebagai latihan aerobik dalam air. Gerakan mendorong dan
menendang air menggunakan anggota tubuh, khususnya kaki dan tangan mampu
memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Gerakan
inilah yang mampu meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru karena
dilatih secara rutin.
4. Menambah tinggi badan
Bagi anak-anak
yang masih dalam masa pertumbuhan, berenang bisa membuat tubuh lebih
tinggi. Bagi orang dewasa, berenang pun bisa memperbaiki postur tubuh
sehingga bisa terlihat lebih tinggi.
5. Mengusir stres
Olahraga memang
mampu mengusir stres. Begitu pun dalam gerakan renang yang dilakukan
dengan santai dan perlahan mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak
sehingga suasana hati lebih tenang. Bersentuhan dengan air pun membuat
tubuh lebih sejuk sehingga mempengaruhi suasana hati dan pikiran.
Berenang memang
memiliki banyak manfaat tetapi juga tidak luput dari kekurangan.
Satu-satunya kekurangan olahraga ini ialah tidak baik bagi kesehatan
tulang. Tidak adanya gaya gravitasi bumi ketika berenang ternyata
berpengaruh buruk pada massa tulang.
Pengaruh buruk
ini bisa Anda atasi dengan menyelinginya bersama olahraga lain, seperti
bersepedah, berjalan kaki, atau jogging. Perhatikan juga keamanan ketika
Anda berenang, terlebih jika Anda belum pandai berenang, pastikan ada
yang mengawasi.
Hal lainnya
yang perlu Anda perhatikan ialah pemanasan sebelum berenang. Lakukan
pemanasan 10-15 menit, bisa dengan mengayunkan tangan dan kaki atau
berjalan-jalan sekitar kolam renang. Dapatkan manfaat berenang untuk Anda juga orang-orang yang Anda sayangi.
Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu.
Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya
kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang
nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang,
kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti
halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belahtangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan
saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan
kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas,
perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan
gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa
membuat tubuh melaju lebih cepat di air.Gaya bebas merupakan gaya yang
tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan
dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang
dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa
digunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para
pemula.
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang
rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam
waktu yang lama.Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap
ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu
dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara
kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke
samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke
depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang
berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut
berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua
kali gerakan tangan-kaki.
Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diaturFederasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.
Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada
di atas air sehingga orang mudah mengambil napas.Namun perenang hanya
dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba,
perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah
gerakan.
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam[.Perenang
menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi
pegangan.Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara
kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno.Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas.
Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dadamenghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara
bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum
diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan
menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933,
dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya
lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih
lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.
Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari
perenang.Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah
tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat
berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya
berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik
gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.
Cara Bernafas Ketika Berenang
Bernafas dengan benar ketika berenang adalah salah satu kunci untuk tidak mudah capek dalam berenang. Ini sangat mudah dipahami karena bagaimanapun juga bernafas adalah kebutuhan kita setiap saat, termasuk ketika kita sedang berenang. Bernafas sewaktu berenang bisa jadi tidak semudah bernafas dalam keadaan normal. Maklum, kita kan bukan ikan yang berinsang dan dicipta untuk hidup dalam air.
Bagaimana kita bernafas ketika berenang? Jawabannya mudah saja, do it as
simple as possible. Kebanyakan perenang pemula biasanya menahan nafas
(tidak bernafas) selama wajahnya berada dalam air, lalu pada saat
wajahnya keluar dari permukaan air ia membuang dan menghirup nafas
sekaligus. Ini adalah cara yang kurang tepat. Alasannya, waktu yang
tersedia ketika wajah kita diatas permukaan air tidaklah cukup untuk
melakukan dua kegiatan tersebut sekaligus: yakni membuang nafas dan
menghirup nafas. Lalu bagaimana cara bernafas yang lebih tepat?
Cara yang benar sangatlah sederhana: buanglah nafas ketika wajah berada
didalam air, dan hiruplah nafas ketika wajah keluar dari air. Sewaktu
wajah berada didalam air, buanglah nafas melalui hidung Anda dalam
bentuk gelembung-gelembung air. Beberapa perenang benar-benar tidak
perlu menahan nafas sama sekali ketika wajahnya berada didalam air.
Artinya, ia dengan santai membuang nafasnya selama berada didalam air,
tanpa perlu menahan nafas. Namun beberapa perenang yang lainnya ada juga
yang menahan nafas selama berada didalam air, namun pada timing
tertentu saat masih berada didalam air ia tetap membuang nafasnya. Anda
mau pilih yang mana? Saya rasa terserah Anda saja, mana yang kira-kira
Anda rasakan lebih enak dan lebih enjoy. Saya sendiripun kadangkala
membuang nafas secara terus-menerus (tanpa sedikitpun menahan nafas)
ketika berada didalam air, namun kadangkala saya juga menahan nafas lalu
sesudah itu baru membuang nafas (dalam keadaan masih berada didalam
air, tepatnya beberapa saat sebelum menyembul ke atas permukaan air).
Yang penting, buanglah nafas ketika masih berada didalam air, bukan
ketika berada diatas permukaan air.
Adapun untuk menghirup nafas, lakukanlah dengan mulut Anda, ketika wajah
Anda sedang menyembul diatas permukaan air. Ini tidak perlu Anda
pusingkan karena akan berlangsung secara alami dan otomatis.
Begitulah cara bernafas yang tepat ketika berenang. Namun pada saat-saat
tertentu semisal sprint gaya bebas (balapan renang gaya bebas jarak
dekat 50 meter atau 100 meter), para atlet biasanya menahan nafas selama
mungkin karena kecepatan mereka akan berkurang ketika mereka mengambil
nafas. Baru ketika tidak kuat lagi, merekapun mengambil nafas. Adapun
untuk renang jarak jauh, gunakanlah cara bernafas sebagaimana yang telah
dijelaskan diatas. Selamat mencoba!
copas:http://rensyianggita12.blogspot.com/2012/11/tips-bernafas-saat-berenang.html#.Ui8Pc39H4wo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar