Kamis, 26 September 2013

PENDIDIKAN MORAL UNTUK DIRI DAN ANAK-ANAK KITA

Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik...  :D

Foto: Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

    Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
    Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
    Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
    ”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”


”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

    Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
    Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
    Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
    Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
    Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
    Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
    Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
    Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
    Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
    Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
    Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
    Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

    Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
    Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
    Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
    Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
    dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?


Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik... :)
copas from : https://www.facebook.com/PribadiSantun

PERGAULAN REMAJA ABAD 21 (PERGAULAN YANG MENYIMPANG)

Aku sebagai seorang guru merasa miris tiap kali mendengar ada anak didik di sekolahku yang dikeluarkan dari sekolah gara-gara tersangkut kasus asusila.

Hampir tiap tahun ada murid putri yang dikeluarkan dari sekolah gara-gara hamil.

 

Sedang kasus murid putra yang dikeluarkan dari sekolah biasanya dikarenakan merokok, minum-minuman keras, pengguna/ pengedar narkoba, tawuran atau membolos pada saat jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sekolah. 


                                     

                                              

                                                     

Beberapa waktu lalu aku mendengar ada murid putri yang dikeluarkan dari sekolah karena terkena kasus asusila, yaitu foto-foto dia yang telanjang tersebar luas di kalangan sekolah (meski aku sendiri sampai menulis ini belm melihat fotonya dengan mata kepalaku sendiri), sampai para siswa heboh dibuatnya.
Karena sudah mencemarkan nama sekolah, akhirnya siswa putri itu pu dikeluarkan dari sekolah.




Oh, begitulah sebagian pergaulan remaja sekarang, sok gaul, sok kaya, dan pengennya segala kebutuhannya segera terpenuhi dengan cepat dan mudah, sehingga mereka menggunakan segala cara untuk memenuhinya termasuk dengan cara menjual harga diri mereka.
 


Agar remaja kita moralnya bisa terjaga dan bisa terselamatkan sehingga mampu meraih masa depan yang cerah, menurutku sudah seharusnya mulai dari sekarang kita bekerjasama untuk menyelamatkannya.
Pihak sekolah (Kepala Sekolah, para guru, staf TU dan yang terkait) serta pihak orang tua/ wali murid dan lingkungan harus saling bahu- membahu memberantas hal-hal yang mengganggu maupun yag merusak remaja kita sebagai anak-anak bangsa yang akan menjadi pemimpin negara kita di masa yang akan datang.

Selasa, 10 September 2013

TIPS BERENANG

BERENANG DAN MANFAATNYA


Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air. Berenang biasanya dilakukan tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi danolahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air.
Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam renang. Manusia juga berenang di sungaidanau, dan laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.




Manfaat berenang tidak hanya untuk menjaga kesehatan tetapi juga membentuk tubuh lebih sempurna. Berenang pun cocok bagi ibu hamil, mereka yang bermasalah dengan obesitas, dan penderita gangguan persendian tulang (arthritis). Selain minim resiko terkena cedera, berikut manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan :
1. Pembentukan otot
Berenang mengharuskan Anda menggerakan hampir semua otot pada tubuh. Ketika bergerak dalam air, tubuh pun harus mengeluarkan energi lebih besar karena harus melawan massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh. Gerakan ini secara tidak langsung dapat membuat otot lebih kencang dan berbentuk.
2. Melatih pernapasan
Berenang mampu memperkuat sistem pernapasan sehingga cocok untuk penderita asma. Gerakan dalam renang bisa membuat sistem pernapasan lebih panjang dan tubuh sehat.
3. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru
Berenang bisa dikatakan sebagai latihan aerobik dalam air. Gerakan mendorong dan menendang air menggunakan anggota tubuh, khususnya kaki dan tangan mampu memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Gerakan inilah yang mampu meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru karena dilatih secara rutin.
4. Menambah tinggi badan
Bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, berenang bisa membuat tubuh lebih tinggi. Bagi orang dewasa, berenang pun bisa memperbaiki postur tubuh sehingga bisa terlihat lebih tinggi.
5. Mengusir stres
Olahraga memang mampu mengusir stres. Begitu pun dalam gerakan renang yang dilakukan dengan santai dan perlahan mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak sehingga suasana hati lebih tenang. Bersentuhan dengan air pun membuat tubuh lebih sejuk sehingga mempengaruhi suasana hati dan pikiran.
Berenang memang memiliki banyak manfaat tetapi juga tidak luput dari kekurangan. Satu-satunya kekurangan olahraga ini ialah tidak baik bagi kesehatan tulang. Tidak adanya gaya gravitasi bumi ketika berenang ternyata berpengaruh buruk pada massa tulang.
Pengaruh buruk ini bisa Anda atasi dengan menyelinginya bersama olahraga lain, seperti bersepedah, berjalan kaki, atau jogging. Perhatikan juga keamanan ketika Anda berenang, terlebih jika Anda belum pandai berenang, pastikan ada yang mengawasi.
Hal lainnya yang perlu Anda perhatikan ialah pemanasan sebelum berenang. Lakukan pemanasan 10-15 menit, bisa dengan mengayunkan tangan dan kaki atau berjalan-jalan sekitar kolam renang. Dapatkan manfaat berenang untuk Anda juga orang-orang yang Anda sayangi.

GAYA RENANG


Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dadagaya punggunggaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.
[sunting]Gaya bebas

Penggambaran gaya bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belahtangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa digunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.
[sunting]Gaya dada

Penggambaran gaya dada
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama.Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.
Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diaturFederasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.
[sunting]Gaya punggung

Penggambaran gaya punggung
Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas.Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.
Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebasgaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam[.Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan.Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno.Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas.
[sunting]Gaya kupu-kupu

Penggambaran gaya kupu-kupu
Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dadamenghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.
Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang.Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.
Cara Bernafas Ketika Berenang
 

Bernafas dengan benar ketika berenang adalah salah satu kunci untuk tidak mudah capek dalam berenang. Ini sangat mudah dipahami karena bagaimanapun juga bernafas adalah kebutuhan kita setiap saat, termasuk ketika kita sedang berenang. Bernafas sewaktu berenang bisa jadi tidak semudah bernafas dalam keadaan normal. Maklum, kita kan bukan ikan yang berinsang dan dicipta untuk hidup dalam air.
Bagaimana kita bernafas ketika berenang? Jawabannya mudah saja, do it as simple as possible. Kebanyakan perenang pemula biasanya menahan nafas (tidak bernafas) selama wajahnya berada dalam air, lalu pada saat wajahnya keluar dari permukaan air ia membuang dan menghirup nafas sekaligus. Ini adalah cara yang kurang tepat. Alasannya, waktu yang tersedia ketika wajah kita diatas permukaan air tidaklah cukup untuk melakukan dua kegiatan tersebut sekaligus: yakni membuang nafas dan menghirup nafas. Lalu bagaimana cara bernafas yang lebih tepat?
Cara yang benar sangatlah sederhana: buanglah nafas ketika wajah berada didalam air, dan hiruplah nafas ketika wajah keluar dari air. Sewaktu wajah berada didalam air, buanglah nafas melalui hidung Anda dalam bentuk gelembung-gelembung air. Beberapa perenang benar-benar tidak perlu menahan nafas sama sekali ketika wajahnya berada didalam air. Artinya, ia dengan santai membuang nafasnya selama berada didalam air, tanpa perlu menahan nafas. Namun beberapa perenang yang lainnya ada juga yang menahan nafas selama berada didalam air, namun pada timing tertentu saat masih berada didalam air ia tetap membuang nafasnya. Anda mau pilih yang mana? Saya rasa terserah Anda saja, mana yang kira-kira Anda rasakan lebih enak dan lebih enjoy. Saya sendiripun kadangkala membuang nafas secara terus-menerus (tanpa sedikitpun menahan nafas) ketika berada didalam air, namun kadangkala saya juga menahan nafas lalu sesudah itu baru membuang nafas (dalam keadaan masih berada didalam air, tepatnya beberapa saat sebelum menyembul ke atas permukaan air). Yang penting, buanglah nafas ketika masih berada didalam air, bukan ketika berada diatas permukaan air.
Adapun untuk menghirup nafas, lakukanlah dengan mulut Anda, ketika wajah Anda sedang menyembul diatas permukaan air. Ini tidak perlu Anda pusingkan karena akan berlangsung secara alami dan otomatis.
Begitulah cara bernafas yang tepat ketika berenang. Namun pada saat-saat tertentu semisal sprint gaya bebas (balapan renang gaya bebas jarak dekat 50 meter atau 100 meter), para atlet biasanya menahan nafas selama mungkin karena kecepatan mereka akan berkurang ketika mereka mengambil nafas. Baru ketika tidak kuat lagi, merekapun mengambil nafas. Adapun untuk renang jarak jauh, gunakanlah cara bernafas sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Selamat mencoba!
copas:http://rensyianggita12.blogspot.com/2012/11/tips-bernafas-saat-berenang.html#.Ui8Pc39H4wo

Jumat, 06 September 2013

Belajar berenang gaya katak




Rabu, 04 September 2013
Beberapa hari lalu, tepatnya hari Jumat tanggal 30 Agustus 2013, kami mencoba latihan berenang tanpa ada guru yang mengajari. Walhasil ternyata belum ada perkembangan yang signifikan.

Hari ini aku dan temenku latihan ke-3 (ada guru renangnya, yaitu suami temenku) berenang di kolam renang yang biasa kami tempati latihan, yaitu di kolam renang “Sumber Agung”  kecamatan Gandusari.
Alhamdulillah, ada kemajuan walaupun tidak banyak. Aku mulai bisa berenang gaya katak sejauh 5 meter.


   

Ada hal yang bisa dikatakan lucu, aku ketika mencoba di kolam renang yang agak dalam ternyata aku justru belum bisa berjalan di dalam kolam renang tersebut. Aku penasaran, bagimanapun aku terus semangat untuk bisa berjalan di kolam tersebut. Aku terus berlatih dan beberapa kali aku sempat minum air kolam dan hampir tenggelam.
Aku yakin jika aku terus belajar pasti aku akan bisa… jadi aku tidak boleh menyerah begitu saja.