Sekolah tempatku
mengajar ditunjuk oleh dinas pendidikan kabupaten sebagai Sekolah Inklusi.
Sekolah Inklusi adalah sekolah yang menggabungkan
layanan pendidikan khusus dan regular dalam satu sistem persekolahan, dimana
siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan khusus sesuai dengan
potensinya masing-masing dan siswa regular mendapatkan layanan khusus untuk
mengembangkan potensi mereka sehingga baik siswa yang berkebutuhan khusus
ataupun siswa regular dapat bersama-sama mengembangkan potensi masing-masing
dan mampu hidup eksis dan harmonis dalam masyarakat.
Ada beberapa anak inklusi yang mendaftar dan semua
diterima menjadi siswa di sekolahku.
Beberapa guru diminta untuk membimbing siswa iklusi,
diantaranya aku. Dua hari lalu hari Rabu, 26 Pebruari 2014 aku ditawari untuk
membimbing mata pelajaran matematika dari seorang anak inklusi.
Aku meminta waktu untuk brrpikir…
Aku punya kenalan via whatsApp di grup ODOJ anak yang
memiliki sindrom Asperger . Anak Asperger itu sering cerita ke umminya tentang
aku. Umminya heran si anak Asperger itu bisa nyambung kalau ngobrol sama aku
meski via whatsApp, dan umminya penasaran juga dengan aku. Akhirnya semalam
ketika si anak Asperger tidur karena kecapekan si ummi membuka whatsApp putrinya
itu (si Asperger) dan kenalan hingga sharring mengenai anaknya. Hmm….ternyata aku
mempunyai bakat dan keahlian juga membimbing anak-anak yang berkebutuhan
khusus.
Alhamdulillah, ku temukan jawaban dari tawaran Rabu
kemarin…
“AKU HARUS
MENGAMBIL KESEMPATAN INI” karena kesempatan hanya dating satu kali saja.
Bismillah….
aku akan berusaha semaksimal mungkin.
Ya Allah, berikanlah kemudahan dan kelancaran
bagiku untuk membimbing anak-anak yang berkebutuhan khusus sehingga mereka bisa
selalu taat dan iman kepadamu, mereka bisa hidup layak seperti anak-anak normal
lainnya. Aamiin…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar