Jumat, 28 Februari 2014

AKU HARUS MENGAMBIL KESEMPATAN INI


Sekolah tempatku mengajar ditunjuk oleh dinas pendidikan kabupaten sebagai Sekolah Inklusi.
Sekolah Inklusi adalah sekolah yang menggabungkan layanan pendidikan khusus dan regular dalam satu sistem persekolahan, dimana siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan khusus sesuai dengan potensinya masing-masing dan siswa regular mendapatkan layanan khusus untuk mengembangkan potensi mereka sehingga baik siswa yang berkebutuhan khusus ataupun siswa regular dapat bersama-sama mengembangkan potensi masing-masing dan mampu hidup eksis dan harmonis dalam masyarakat.


Ada beberapa anak inklusi yang mendaftar dan semua diterima menjadi siswa di sekolahku.
Beberapa guru diminta untuk membimbing siswa iklusi, diantaranya aku. Dua hari lalu hari Rabu, 26 Pebruari 2014 aku ditawari untuk membimbing mata pelajaran matematika dari seorang anak inklusi.
Aku meminta waktu untuk brrpikir…

Aku punya kenalan via whatsApp di grup ODOJ anak yang memiliki sindrom Asperger . Anak Asperger itu sering cerita ke umminya tentang aku. Umminya heran si anak Asperger itu bisa nyambung kalau ngobrol sama aku meski via whatsApp, dan umminya penasaran juga dengan aku. Akhirnya semalam ketika si anak Asperger tidur karena kecapekan si ummi membuka whatsApp putrinya itu (si Asperger) dan kenalan hingga sharring mengenai anaknya. Hmm….ternyata aku mempunyai bakat dan keahlian juga membimbing anak-anak yang berkebutuhan khusus.


Alhamdulillah, ku temukan jawaban dari tawaran Rabu kemarin…
 “AKU HARUS MENGAMBIL KESEMPATAN INI” karena kesempatan hanya dating satu kali saja.
 Bismillah….
aku akan berusaha semaksimal mungkin.
Ya Allah, berikanlah kemudahan dan kelancaran bagiku untuk membimbing anak-anak yang berkebutuhan khusus sehingga mereka bisa selalu taat dan iman kepadamu, mereka bisa hidup layak seperti anak-anak normal lainnya. Aamiin…












Tidak ada komentar:

Posting Komentar