Jumat, 28 Februari 2014

SEKOLAH INKLUSI



        

Pengertian sekolah inklusi seperti pernyataan Staub dan Peck (1995) dalam Sunardi (2002) dalam Kuning (2010) yang mengemukakan bahwa pendidikan inklusif adalah “penempatan anak berkebutuhan khusus tingkat ringan, sedang, dan berat secara penuh di kelas reguler”.

Sekolah inklusi adalah sekolah yang menggabungkan layanan pendidikan khusus dan regular dalam satu sistem persekolahan, dimana siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan khusus sesuai dengan potensinya masing-masing dan siswa regular mendapatkan layanan khusus untuk mengembangkan potensi mereka sehingga baik siswa yang berkebutuhan khusus ataupun siswa regular dapat bersama-sama mengembangkan potensi masing-masing dan mampu hidup eksis dan harmonis dalam masyarakat.

Dalam sekolah inklusi ada kurikulum individual yaitu kurikulum khusus individu tertentu sehingga dengan metode seperti ini, sistem kurikulum mencoba mengembangkan anak sesuai dengan bakat yang dimilikinya. Tujuannya adalah membimbing anak untuk sukses dalam kehidupan masyarakat dengan bakat yang mereka miliki. Walaupun sekolah inklusi memiliki kurikulum individual bukan berarti kurikulum nasional diabaikan. Kurikulum individual itu sebagai pelengkap atau penyempurna kurikulum nasional sehingga perserta didik mampu lebih mengoptimalkan potensinya.

Sebelum sekolah inklusi berkembang, di Indonesia berkembang model sekolah Segregasi dan Integratif. Sekolah Segregasi yaitu sekolah yang menempatkan anak-anak berkebutuhan khusus (tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunagrahita) ditempatkan sekolah khusus semacam sekolah luar biasa (SLB). Sedangkan sekolah integratif adalah sekolah yang memiliki kurikulum standar dan menghendaki setiap siswa untuk menempuh kurikulum tersebut. Biasanya yang dapat bersekolah di sekolah ini adalah siswa-siswa yang memiliki fisik dan mental yang normal. Sekolah model integratif ini adalah sekolah-sekolah yang banyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya.
Sekolah Segregasi memang dirancang baik kurikulum maupun sarana prasarana untuk anak special need. Tetapi dalam kehidupan mereka kelak, mereka akan berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat. Hal ini membuat mereka sukar beradaptasi karena keluar dari lingkaran kenyamanan komunitas special need masuk dalam lingkungan yang baru yaitu masyarakat. Hal ini akan menjadi masalah ketika dua komunitas tersebut berbaur dalam masyarakat. Sekolah integratif yang pada umumnya terdiri dari siswa-siswa regular akan terasa asing dengan kehadiran special need, hal ini disebabkan karena mereka belum mengenal, mengetahui, dan memahami tentang special need. Untuk membiasakan anak-anak special need supaya mampu berinteraksi dalam masyarakat dan mampu hidup eksis dalam masyarakat dan bagi siswa regular tercipta pengetahuan, pemahaman serta peran aktif dalam berinteraksi dengan special need maka perlu adanya sebuah sistem sekolah yang mempertemukan mereka dalam satu sistem sekolah yaitu sekolah inklusi.

Sekolah inklusi pada dasarnya bertujuan merangkul semua siswa berbagai latar belakang dan kondisi dalam satu sistem sekolah dan mencoba untuk menemukan dan mengembangkan potensi siswa yang majemuk tersebut. Dalam mengembangkan potensi siswa tidak hanya diterapkan kepada siswa special need tetapi juga siswa yang lain yang bukan special need. Pada dasarnya setipa siswa memiliki potensi, Cuma kadang yang menajdi masalah adalah sekolah kurang jeli melihat potensi tiap-tiap siswa dan tidak ada progam individual untuk mengembangkan potensi masing-masing siswa tersebut. Dalam multiple intelligences oleh Howard Gardner di jelaskan bahwa kecerdasan/potensi seseorang tidak bertumpu pada kecerdasan intelektual saja, tetapi ada banyak kecerdasan yang lain, misalnya kecerdasan logis matematis yaitu berpikir dengan penalaran, mendudukan masalah secara logis, ilmiah dan kemampuan matematik. Ada kecerdasan linguistik verbal yaitu kemahiran dalam berbahasa untuk berbicara, menulis, membaca, menghubungkan dan menafsirkan. Ada juga kecerdasan musikal ritmik misalnya menyanyi, irama, melodi dan alat musik. Ada kecerdasan interpersonal yaitu keterampilan manusia dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia lain, mislanya dalam organisasi, memimpin, berpidato, bersosialisasi. Seseorang yang pandai menari, berolah raga, bermain drama merupakan seseorang yang memiliki kecerdasan kinestetik. Ada juga seseorang yang memiliki kecerdasan spacial visual misalnya seorang desainer, illustrator, peluksi. Selain itu ada juga kecerdasan naturalis dan intrapersonal. Setiap manusia pasti memiliki kedelapan kecerdasan diatas walaupun kuat disatu sisi dan lemah disisi lain.

Sekolah-sekolah di Indonesia pada umumnya terlalu fokus pada kecerdasan intelektual saja, sehingga kecerdasan yang lain kurang begitu ditangani apalagi dikembangkan. Disinilah peran sekolah inklusi di masa depan sebagai sekolah yang mampu menemukan dan mengembangkan potensi-potensi siswa baik siswa special need ataupun siswa reguler sehingga menjadi siswa yang sepcialis dan berkembang sesuai dengan bakat dan potensinya. Kelak, generasi tersebut akan menjadi generasi yang ahli, harmonis dan memberi manfaat bagi diri sendiri, masyarakat dan bangsa

Sumber dari:

 

AKU HARUS MENGAMBIL KESEMPATAN INI


Sekolah tempatku mengajar ditunjuk oleh dinas pendidikan kabupaten sebagai Sekolah Inklusi.
Sekolah Inklusi adalah sekolah yang menggabungkan layanan pendidikan khusus dan regular dalam satu sistem persekolahan, dimana siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan khusus sesuai dengan potensinya masing-masing dan siswa regular mendapatkan layanan khusus untuk mengembangkan potensi mereka sehingga baik siswa yang berkebutuhan khusus ataupun siswa regular dapat bersama-sama mengembangkan potensi masing-masing dan mampu hidup eksis dan harmonis dalam masyarakat.


Ada beberapa anak inklusi yang mendaftar dan semua diterima menjadi siswa di sekolahku.
Beberapa guru diminta untuk membimbing siswa iklusi, diantaranya aku. Dua hari lalu hari Rabu, 26 Pebruari 2014 aku ditawari untuk membimbing mata pelajaran matematika dari seorang anak inklusi.
Aku meminta waktu untuk brrpikir…

Aku punya kenalan via whatsApp di grup ODOJ anak yang memiliki sindrom Asperger . Anak Asperger itu sering cerita ke umminya tentang aku. Umminya heran si anak Asperger itu bisa nyambung kalau ngobrol sama aku meski via whatsApp, dan umminya penasaran juga dengan aku. Akhirnya semalam ketika si anak Asperger tidur karena kecapekan si ummi membuka whatsApp putrinya itu (si Asperger) dan kenalan hingga sharring mengenai anaknya. Hmm….ternyata aku mempunyai bakat dan keahlian juga membimbing anak-anak yang berkebutuhan khusus.


Alhamdulillah, ku temukan jawaban dari tawaran Rabu kemarin…
 “AKU HARUS MENGAMBIL KESEMPATAN INI” karena kesempatan hanya dating satu kali saja.
 Bismillah….
aku akan berusaha semaksimal mungkin.
Ya Allah, berikanlah kemudahan dan kelancaran bagiku untuk membimbing anak-anak yang berkebutuhan khusus sehingga mereka bisa selalu taat dan iman kepadamu, mereka bisa hidup layak seperti anak-anak normal lainnya. Aamiin…












SINDROM ASPERGER


Sindrom Asperger (bahasa Inggris: Asperger syndrome, Asperger's syndrome, Asperger's disorder, Asperger's atau AS) adalah salah satu gejala autisme di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima. Sindrom ini ditemukan oleh Hans Asperger, seorang dokter anak asal Austria pada tahun 1944, meskipun baru diteliti dan diakui secara luas oleh para ahli pada dekade 1980-an. Sindrom Asperger dibedakan dengan gejala autisme lainnya dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata (ini berarti sebagian besar penderita sindrom Asperger bisa hidup secara mandiri, tidak seperti autisme lainnya). Sindrom Asperger juga bukanlah sebuah penyakit mental.

Sindrom Asperger merupakan gangguan neurobiologis (neuro transmitter) dan gangguan autis yang dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.
Seorang penderita sindrom Asperger umumnya tidak memiliki kesulitan dalam perkembangan bahasa/linguistik, namun mereka cenderung memiliki kesulitan untuk memahami bentuk-bentuk komunikasi non-verbal serta kata-kata yang memiliki banyak arti seperti itu, dan mereka hanya memahami apa arti kata tersebut, seperti yang ia pahami di dalam kamus. Namun, kebanyakan penderita memiliki perbendaharaan kata dan wawasan yang melebihi anak-anak seusianya dan kerap dijuluki "profesor kecil". Para penderita sindrom Asperger sering kesulitan memahami ironi, sarkasme, dan penggunaan bahasa slang, apalagi memahami mimik muka/ekspresi orang lain, dan cernderung berbahasa dengan gaya formal. Mereka juga tergolong sulit bersosialisasi dengan orang lain dan cenderung menjadi pemalu, tergantung tingkat keparahan penyakit atau perkembangan si penderita sendiri. Penderita sindrom ini kerap menjadi sasaran bullying, terutama pada usia anak dan remaja.

Bagian otak yang memiliki kaitan untuk melakukan hubungan sosial dengan orang lain juga sebenarnya mengontrol bagaimana tubuh bergerak dan juga keseimbangan tubuh. Karena itu, seorang penderita sindrom Asperger terkadang mengalami masalah yang melibatkan pergerakan tubuh, seperti halnya olah raga, atau bahkan jalan kaki, yang kadang-kadang sering terpeleset, tergantung tingkat keparahannya. Mereka juga memiliki kebiasaan grogi/nervous.
Para penderita sindrom Asperger memiliki kecenderungan lebih baik dibandingkan orang-orang lain dalam beberapa hal seperti matematika dan hitung-hitungan, tulisan, pengetahuan umum, ilmu alam serta pemrograman komputer. Banyak penderita sindrom Asperger memiliki cara penulisan yang lebih baik dibandingkan dengan cara mereka berbicara dengan orang lain. Mereka juga memiliki sebuah minat yang khusus yang mereka tekuni dan bahkan mereka menekuninya sangat detail, serta mereka justru menemukan hal-hal kecil yang orang lain sering dilewatkan atau diremehkan.

Penyebab Sindrom Asperger
Sindrom Asperger diklasifikasikan sebagai salah satu dari lima gangguan perkembangan pervasif (PDD) dan diperkirakan terjadi akibat kombinasi dari faktor psikologis, fisiologis, dan sosiologis.
Kemungkinan terjadinya gangguan ini berkisar 4/5: 10.000, dan ditemukan sekitar empat kali lebih banyak pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.
Gangguan ini bisa dipicu oleh disfungsi otak yang bisa terjadi akibat trauma, penyakit, atau struktur otak yang abnormal.


gejala sindrom asperger 150x150 Sindrom Asperger: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya    

Gejala Sindrom Asperger pada Anak
Gejala-gejala mulai terlihat saat seorang anak berusia 18 bulan.
Tapi semuanya baru benar-benar bisa dipastikan setelah anak berusia setidaknya tiga tahun.
Berikut adalah tanda dan gejala sindrom Asperger pada anak:
1. Anak-anak dengan Asperger memiliki masalah dengan kontak mata.
Mereka menghindari kontak mata saat berkomunikasi atau tidak mempertahankan kontak mata.
2. Ekspresi wajah yang tidak normal.
Anak dengan sindrom Asperger cenderung mengekspresikan diri serta melakukan komunikasi non-verbal dengan cara yang aneh (tidak biasa).
3. Gerakan motorik tidak terkoordinasi yang meliputi postur tubuh yang aneh, gaya berjalan yang kaku, atau gerakan canggung.
4. Terobsesi pada pengulangan. Anak dengan sindrom Asperger melakukan suatu hal berulang-ulang dan takut pada perubahan.
5. Gangguan interaksi sosial dan kepribadian eksentrik.
6. Menarik diri secara sosial yang meliputi menyendiri, acuh tak acuh, kurangnya minat pada orang lain, kurangnya empati, berpikir satu arah, dan berpikir kaku.
7. Mengalami kesulitan berbicara. Anak dengan sindrom Asperger tidak begitu ekspresif dalam nada bicara mereka.
8. Gaya bicara cenderung formal, mengambil segala sesuatu secara harfiah, dan tidak mampu mengenali kiasan atau sindiran.
9. Sibuk dengan diri sendiri, berpikir tidak fleksibel, dan kurang imajinasi.
10. Gangguan interaksi sosial. Anak tida suka bergaul dengan teman-temannya.
Penderita mengalami kesulitan memulai pembicaraan serta memahami emosi sehingga kesulitan menjalin hubungan teman sebaya.
11. Anak-anak dengan sindrom Asperger merasa sangat sulit untuk memahami emosi.
Mereka memiliki ekspresi wajah yang minim dan tidak bisa memahami ekspresi wajah orang lain.
12. Anak dengan sindrom Asperger memiliki memori hafalan yang sangat baik dan dapat menyajikan banyak fakta tentang subyek yang menarik minat mereka tetapi tidak bisa membentuk kesimpulan apapun.
13. Mereka memiliki minat yang terbatas sehingga lebih fokus pada apa yang menjadi minatnya saja.
Ketika tertarik pada satu topik, anak dengan sindrom Asperger akan melupakan atau meninggalkan topik yang lain.
14. Mengalami kesulitan untuk bergiliran saat berbicara dan mendengarkan orang lain. Mereka terobsesi dengan hal-hal biasa seperti jadwal kereta api, cuaca, atau gadget.


Gejala Sindrom Asperger pada Orang Dewasa
Orang dewasa dengan sindrom Asperger bisa hidup normal seperti menikah dan bersekolah tinggi.
Mereka bisa pula sukses dalam karir mengingat kemampuan yang luar biasa dalam mengingat dan begitu fokus dalam bidang minat mereka.
Namun, penderita sindrom Asperger cenderung lebih mudah depresi dan menderita kecemasan akibat kekhawatiran tidak diterima.
Meskipun tidak sepenuhnya dapat disembuhkan, gejala sindrom Asperger bisa terus diperbaiki seiring dengan waktu.
Berikut adalah gejala sindrom Asperger pada orang dewasa:
1. Memiliki minat besar pada suatu bidang khusus dan dianggap sangat cerdas pada bidang tersebut.
2. Kaku dan tidak fleksibel dalam pola berpikir.
3. Tidak dapat mengatur perilaku sosial dengan baik.
4. Memiliki masalah dalam mengelola amarah, mengendalikan perasaan cemas, depresi, dan ketakutan.
5. Kesulitan berempati dengan orang lain.
6. Melakukan suatu hal secara berulang untuk merasa aman.
7. Berada di bawah tekanan jika rutinitas berubah.

Pengobatan Sindrom Asperger
Terdapat berbagai prosedur perawatan dan pengobatan yang bisa dilakukan untuk penderita sindrom Asperger. Berikut adalah diantaranya:
1. Terapi perilaku kognitif.
2. Pelatihan ketrampilan sosial.
3. Terapi wicara dan aktivitas bisa membantu anak dengan sindrom Asperger.
4. Tidak ada obat untuk menyembuhkan sindrom Asperger. Obat umumnya digunakan untuk mengurangi depresi dan kecemasan.
5. Terapi fisik untuk membantu dalam kontrol gerakan anggota tubuh.

Ada banyak orang terkenal dan ilmuwan yang mengalami sindrom Asperger seperti Albert Einstein, Isaac Newton, Bill Gates, Keanu Reeves, Al Gore, Woody Allen, Bob Dylan, dll.
Banyak dari perilaku penderita sindrom Asperger yang disalahpahami. Mereka dianggap sebagai orang yang egois, dingin, tidak peduli, dll.
Padahal perilaku tersebut bukan sesuatu yang disengaja, yang bahkan tidak disadari oleh para penderita sindrom Asperger.

Albert Einstein

Isaac Newton 




Sumber : 

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_Asperger
  2. http://www.amazine.co/18595/sindrom-asperger-penyebab-gejala-dan-pengobatannya/

Kamis, 13 Februari 2014

TERKENA GIGITAN SERANGGA, TERKENA AIR MENDIDIH, LUKA BAKAR

Beberapa waktu lalu selepas aku sholat ashar berjamaah di masjid belakang rumahku, aku bersama beberapa tetangga yang biasa sholat berjama'ah di masjid mengobrol santai.
Obrolan yang kami bahas adalah tentang cara mengobati atau menangani jika seseorang terkena gigitan serangga, hingga obrolan berkembang mengenai cara mengobati atau menangani jika seseorang terkena luka bakar atau terkena air mendidih.

Aku tertarik untuk menuliskan cara-cara tersebut di blog, agar bisa menjadi bahan rujukan bagi orang lain yang belum mengerti.

Dari pegalaman yang dilakukan oleh para tetanggaku, dapat aku simpulkan sebagai berikut :


a. Cara mengobati jika seseorang terkena gigitan serangga adalah sebagai berikut : 
  • Jika digigit serangga, ambillah garam secukupnya, kemudian garam tersebut tumbuk halus dan oleskan ke area yang terkena gigitan serangga tersebut. Dengan demikian insyaAllah area yang digigit serangga tersebut tidak akan bengkat dan tak terasa panas dan gatal lagi.
   


b. Cara mengobati jika seseorang terkena luka bakar atau terkena air mendidih adalah sebagai berikut :
  • Jika terkena air mendidih atau terkena luka bakar, ambillah garam secukupnya lalu ditumbuk halus, kemudian carilah daun pepaya. Daun pepaya juga ditumbuk halus, kemudian garam yang sudah dihaluskan tadi dicampurkan ke dalam daun pepaya yang sudah dihaluskan. Setelah semua tercampur oleskanlah campuran tersebut ke area luka bakar atau area yang terkena air mendidih. InsyaAlah dengan demikian area luka bakar atau area yang terkena air mendidih tersebut tidak akan bengkat dan tak menggembung dan tidak terasa panas lagi
Daun Pepaya
Pohon Pepaya