Senin, 29 April 2013

HANYA TITIPAN






Seringkali aku berkata,
Ketika smua orang memuji milikku ..
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipanNya
Bahwa mobilku hanyalah titipanNya
Bahwa rumahku hanyalah titipanNya
Bahwa hartaku hanyalah titipanNya
Bahwa putraku hanyalah titipanNya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?


Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milikNya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali olehNya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah.
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka.
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita..
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku


Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan & kasihNya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.


Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku.

Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah kepada-Nya.

“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan seharusnya menjadi sama saja”.


Dia menitipkan semuanya kepada kita, adalah agar kita dapat menyadari kebesaran Nya & berkat yang dilimpahkanNya dalam hidup kita & mensyukuri segala berkat yang telah kita terima dalam bentuk apapun.
Untuk itu mari kita lakukan yang terbaik untuk hidup kita & berguna bagi orang lain, sesuai ketentuan Alloh SWT & RasulNya.


   

PILIH BUNGKUS ATAU ISINYA ?



Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Kita hanya menguras pikiran dan tenaga untuk mendapatkan BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya. Bedakanlah apa itu “BUNGKUS” nya dan apa itu “ISI” nya.

“Rumah yang indah” hanya bungkus nya;“Keluarga bahagia” itu isi nya.
 
 “Pesta pernikahan” hanya bungkus nya; “Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab” itu isi nya.

“Ranjang mewah” hanya bungkus nya; “Tidur nyenyak” itu isi nya.  

“Kekayaan” itu hanya bungkus nya; “Hati yang gembira” itu isi nya.  

“Makan enak” hanya bungkus nya; “Gizi, energi, dan sehat” itu isi nya.  

“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkus nya; “Kepribadian dan Hati” itu isi nya.

“Bicara” itu hanya bungkus nya; “Kenyataan” itu isi nya. “Buku” hanya bungkus nya; “Pengetahuan” itu isi nya.

“Jabatan” hanya bungkus nya; “Pengabdian dan pelayanan” itu isi nya.

“Pergi ke tempat ibadah” itu bungkus nya; “Melakukan Ajaran Agama” itu isi nya.

“Kharisma” hanya bungkus nya; “Karakter” itu isi nya.

UTAMAKANLAH ISINYA, NAMUN RAWATLAH BUNGKUSNYA.

Salam Sukses Selalu penuh Barokahnya Alloh.SWT. aamiin

JADIKANLAH DIRI KITA MANUSIA YANG “BIJAK DAN TETAP BERSYUKUR”


Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon klapa.
Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede.
Angin Topan, Tornado dan Bahorok.
Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dr pohon kelapa.
Angin Topan bilang,dia cuma perlu waktu 45 detik.
Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik, katanya.
Angin Bahorok senyum ngeledek äπ
Ï‘ bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.
Akhirnya satu persatu ktiga angin itu maju.
Angin TOPAN duluan … dia tiup sekenceng2nya, Wuuusss…
Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat2 nya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh2 si monyet. Angin Topan pun nyerah.
Giliran Angin TORNADO Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekenceng2nya. Ngga jatuh juga tuh monyet. Angin Tornado jg nyerah.
Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kenceng pegangannya.
Nggak jatuh-jatuh.

Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.

Ngga lama, datang angin SEPOI-SEPOI..
Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan îτϋ diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.
Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet. Psssss…

Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia trus lepaslahpegangannya Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.

PESAN MORAL :
Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…Dicoba dengan PENDERITAAN…
Didera MALAPETAKA… Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…
Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN…Disinilah ” kejatuhan ” itu terjadi. Jangan sampai kita terlena…
Tetap ”Rendah hati”, “Mawas diri”, "Sederhana", krn bukan kritikan yg membuat anda jatuh tapi sanjungan & pujian, Dan jadikan diri kita Manusia yg “Bijak dan tetap Bersyukur”

Korek Api



         

Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon.

Jadi, satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif. Korek api mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak, oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar.

Kita mempunyai kepala, dan juga otak, jadi kita tidak perlu terbakar amarah hanya karena gesekan kecil.

Ketika burung hidup, ia makan semut.

Ketika burung mati, semut makan burung.

Waktu terus berputar sepanjang zaman.

Siklus kehidupan terus berlanjut. Jangan merendahkan siapapun dalam hidup, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita.

Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita.

Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita.

Waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.

Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.

Dan, setelah di ambang ajal, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia. Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA.

Saling menghargai, Saling membantu dan memberi, juga saling mendukung.

Jadilah teman perjalanan hidup yg tanpa pamrih dan syarat.

Believe in "Cause and Effect"

Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai.

Do the best, be the best and for the best